Peringatan Maulid Nabi adalah sebuah tradisi untuk memperingati lahirnya seorang yang sampai hari ini tidak ada bandingannya, khususnya bagi kalangan Umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW.
Terlepas dari kontroversi belakangan ini yang suka dibid’ah-bid’ahkan, kita memang harus melihat acara Maulid dengan kacamata tradisi umat bukan kacamata hukum agama. Jadi, sedikit banyak sebenarnya tidak pantaslah kalau acara yang sifatnya lebih kepada "budaya supaya tidak lupa" itu dicap oleh hukum agama dengan halal atau haram, ataupun cap-capan lainnya.
Kita pun tentu saja tidak menutup mata kalau Maulid juga bagi sebagian orang menjadi bagian penting supaya apa yang telah terjadi sekian ratus tahun yang lalu masih tetap dikenang sebagai suatu berkah dan rahmat dari Allah SWT.
Kita tak tahu apa jadinya kalau dulu seorang Muhammad tak pernah dilahirkan ke dunia. Atau kalau Umat Islam sendiri malah bingung dan tak tahu atau lupa kapan Muhammad dilahirkan? Tanpa adanya Muhammad SAW, saya yakin sebagian besar umat manusia baik di Timur maupun di Barat yang sudah mereguk air ilmu pengetahuan dari Ibu jari dan Telunjuk beliau pastilah masih dalam wilayah kegelapan, hobi menumpahkan darah, ataupun sifat dan karakter lainnya yang sangat jahiliyah.
Sifat Jahiliyah ini perlu ditegaskan karena kitapun tidak menutup mata kalau kejahiliyahan sampai hari ini masih ada dalam berbagai skala, baik di dunia Arab sana maupun di negeri sendiri. Mungkin juga, kita di Indonesia sampai sekarang masih pantas disebut Jahiliyah karena banyak yang mengaku Islam tapi hanya sekedar mengakui saja. Apa isi Islam dan apa isi kitab sucinya Al-Qur’an barangkali sedikit sekali yang tahu dan paham. Jangankan yang tidak hapal Al-Qur’an lha wong yang ngaku hafal isi al-Qur’an dan katam berkali-kali juga masih sering perilakunya jauh dari kandungan dan hikmah al-Qur’an alias masih jauh panggang dari api. Yah, itu lah manusia, sang gudang khilaf, dosa, dan salah .... Susah sekali bagi manusia untuk mensinkronkan ucapan dan perilakunya.
Maulid Nabi Muhammad SAW, sekali lagi hendaknya menjadi terminal penting, momen penting untuk introspeksi diri sebagai Umat Islam, sebagai pengikut nabi Muhammad SAW apakah memang kita ini masih mengikutinya, mengenangnya, tahu sejarahnya, dan tahu apa yang diajarkannya atau hanya sekedar teori belaka, atau katanya-katanya belaka.
Sudah saatnya umat bangkit dengan pengetahuan yang benar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari juga dengan cara-cara yang benar dan nyata bukan omong doang yang merefleksikan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul Terakhir yang misinya adalah memuliakan akhlak manusia dari ketercelaan akhlaknya, dari kegelapan jiwanya menjadi jiwa-jiwa yang tercerahkan, terang benderang menerangi relung-relung jiwa manusia lainnya yang masih dalam kegulitaan , baik kegulitaan karena kebodohan, kejahilan, amarah, kedengkian dan penyakit-penyakit khas manusia lainnya yang memang punya kecondongan pada kelalaian diri dan dijangkiti penyakit jiwa yang disebut dalam surat terakhir (Qs 114) sebagai was-washil khonnas.
Semoga dengan peringatan Maulid Nabi ini, memberikan pencerahan yang lebih baik bagi kehidupan kita dengan menteladani akhlak mulia Sang Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW. Sadarlah bahwa kita manusia kerap sombong dan takabur berjalan di bumi milik Allah ini ....
Semoga Allah senantiasa mendekatkan diri kita kepada kebaikan, dan menjauhkan kita dari segala kemungkaran.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar