Sabtu, 14 April 2007, pukul 07.15 pagi
Allah telah memanggilmu
Minggu, 15 April 2007, pukul 10.00 pagi
Kami mengantarkanmu
Ke tempat peristirahatan yang terakhir
Di TMP Kalibata
Dengan sangat tenang
Bapak meninggalkan Kami semua
Dalam keheningan sunyi
Meski rasanya masih tidak percaya
Kami sungguh mengikhlaskan kepergianmu
Menghadap Sang Khalik
Untuk selama-lamanya
Bagi kami
Bapak adalah manusia langka
Yang sulit dicari gantinya,
Prinsip-prinsipmu
Tentang Kerakyatan dan Kemanusiaan
Tidak akan pernah luntur dalam ingatan kami
Bapak adalah
Seorang pejuang
Yang Tak pernah mau kelihatan kiprahnya
Namun cukup besar peranannya
Hingga hari tuanya
Tetap tekun dan aktif menyusun sejarah perjuangannya
Untuk diketahui anak-cucunya dikemudian hari
BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI
Selalu kau dengungkan hingga akhir hayatmu
Hidupmu kau abdikan
Untuk lingkungan dan teman-teman seperjuanganmu
Sehingga sering melupakan dirimu
Dan kondisi kesehatanmu sendiri
Semua pekerjaan dari yang sederhana
Hingga yang rumit
Bapak kerjakan dengan teliti dan tekun
Dengan tulus dan ikhlas, dan tanpa pamrih apapun
Lebih mulia tangan di atas, daripada tangan di bawah
Itu yang selalu kau ingatkan
Jujur, dan berjalan selalu sesuai aturan semestinya,
Dan anti jam karet,
Itu prinsipmu
Amal ibadah dan jiwa sosialmu
Serta tutur kata dan gaya yang sederhana
Dan senantiasa membela wong cilik
Membela mati-matian
Untuk yang kau anggap benar
Adalah kenangan yang tidak pernah dapat Kami lupakan
Alangkah indah semua nasehatmu
Dan akan selalu ada dalam ingatan kami
Bapak Rasoel Amin telah tiada
Tapi arti hidupnya bagi kami yang ditinggalkan
Adalah seperti lilin yang menyala
Dan mati setelah memberikan cahaya bagi sekelilingnya
Akan selalu di kenang oleh kami semua
Amin …..
Bandara Soetta, 14 April 2008
Ananda Dewi Kurniati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar