Cerita berkah yang pengen aku bagi dengan serius ...
Berkah Allah sekali buatku, karena begitu kepikiran untuk bisa ikut ESQ, alhamdulillah bisa ikutan tanpa perlu merogoh kocek banyak. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di lubuk hati kita, … sungguh begitu keinginan itu datang, kebetulan suamiku kebagian jatah training ESQ untuk salah satu materi training yang mesti diikuti tahun ini. Enak banget, gak perlu keluar uang pikirku, sudah bisa ikut ESQ.
“Alhamdulillah, Abang jadi training ESQ selama 3 hari di minggu depan nanti,” begitu bunyi sms nya padaku sore itu.
“Wah, enak banget ya bisa wisata hati. Andai aku bisa ikut juga ya ....,” begitu rajuk ku ...
Alhamdulillah lagi, ternyata tanpa setahu suamiku training ESQ kali itu bukanlah hanya training untuk para karyawan saja, melainkan juga untuk para istri juga yang diharapkan dapat ikut serta berpartisipasi sebagai wujud dukungan istri terhadap kinerja para suami di perusahaan tersebut. Bahkan merupakan Angkatan ESQ pertama pula bagi para istri karyawan. Subhanallah ...
Apa istimewanya ESQ?
Pertanyaan yang mungkin banyak orang tanyakan – mereka yang mungkin belum merasakannya, dan semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakannya. Ya, hitung-hitung untuk berwisata hati. Mungkin sebenarnya nggak ada yang istimewa dari training penggalian diri (banyak istilah untuk menyebutnya) ini. Sama halnya kalau kita datang ke acara dzikir bersama ustadz Arifin Ilham, atau pengajiannya Uje dan AA’ Gym. Bedanya, di ESQ ini lebih universal karena pesertanya, yang nggak cuma dari kalangan muslim.
Selama beberapa hari training (aku ikut training itu selama 3 hari di bulan Mei 2008 lalu – 9, 10, dan 11 Mei 2008 - , subhanallah…), kita diajak untuk melakukan perjalanan menyelami diri, terlebih lagi mengenal siapa Tuhan kita dan dimana Dia selama ini.
Banyak berkah dan pelajaran aku dapat dari My 3 Days Journey itu. Semuanya – Insya Allah punya makna yang mendalam. Dan berkah yang baru aku sadari adalah ... - perjalanan itu terjadi beberapa hari menjelang ulang tahunku. Dan juga menjelang waktu yang teramat penting bagiku untuk mengambil keputusan tentang memilih berhenti bekerja atau tetap bekerja di perusahaan tempatku berkecimpung selama 6 tahun setengah ini.
Dalam training itu, kita disadarkan siapa kita 100 atau bahkan 1000 tahun yang lalu. Nobody! Kita juga dibenturkan pada pertanyaan, siapa diri kita 100 atau bahkan 1000 tahun ke depan. Nobody! Tujuannya? Tentu saja untuk menyadarkan kita, bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa kehendak-Nya. Kita dan kesombongan kita selama ini, tidak pernah ada sebelum ini. Kita bukan apa-apa. Dan siapa yang telah membuat kita mampu berpijak di bumi selama ini? Dimana Dia? Semua diuraikan di sini. Bahwa kita tak perlu mencari-Nya, Dia dekat bahkan lebh dekat dari urat nadi kita. Dia tak pernah jauh dari kita, tapi –astaghfirullah ... kita yang justru sering menjauh dari-Nya. Na’udzubillah ...
Dalam training itu, kita juga diajarkan – bagi yang mau belajar soal kepasrahan terhadap Tuhan kita lewat Zero Mind Process. Apa yang maksimal kita usahakan terhadap suatu hal, hasilnya berasal dari Allah. Sebesar apapun usaha kita, tapi kalau kita nggak pernah menyerahkan hasilnya pada yang menjadikan segalanya mungkin, semuanya nggak akan pernah kita dapat. Zero! Kita juga diperlihatkan bahwa dalam diri setiap orang, ada belenggu yang membuat hatinya hitam, yang membuat semua niat baik hanya tinggal niat baik, belenggu yang membuat hati terpenuhi oleh berjuta ambisi, dengki, emosi, bahkan rasa iri.
Betapa selama ini kita terlalu rindu pada kekasih kita yang fana, tapi kita tidak pernah merindukan kekasih sejati kita, Allah SWT dan Rasul-Nya. Kita melupakan Zat yang membuat kita bisa bernapas dalam Islam, kita melupakan apa yang membuat Islam itu semakin berkah.
Satu yang membuat aku semakin sadar atas kebesaran Allah, juga ditunjukkan dalam ‘perjalanan’ 3 hariku itu. Betapa Allah telah menuliskan semuanya, dan kita ... hanya tinggal melihat tanda-tanda kebesaran-Nya. Mungkin sedikit kelebihan dari training ini adalah semua tanda-tanda kebesaran itu coba ditayangkan secara detail dan menakjubkan melalui visual yang sangat indah yang membuat kita benar-benar disentuh untuk mengagumi semua ciptaan dan kebesaran Allah...
Kesempatan yang Allah berikan buat aku benar-benar besar. Kesempatan untuk melihat bukti, kalau alam semesta dan seluruh isinya ini, awalnya adalah sebuah kesatuan yang padu. Dan sebelum Teori Big Bang ditemukan, Rasulullah SAW telah mengabarkan pada umat-Nya tentang Teori yang sesungguhnya. Subhanallah ... siapa yang mampu menyangkal kalau Allah itu tidak ada? Siapa yang mampu mendustakan Dia? Siapa yang mampu menandingi kebesaran-Nya? Tak seorangpun, tak satu hambapun yang mampu.
‘Keajaiban’ lainnya yang aku dapat dari My 3 Days Journey itu, adalah pengetahuan. Maha Suci Allah ... Aku, makhluk bodoh yag minus ini nggak pernah sadar kalau setiap 1 rakaat gerakan sholatku, aku telah bergerak sama dengan perputaran bumi, satelit, galaksi dan seluruh isi alam; 360°! 90° untuk satu gerakan ruku’ku, 135° untuk 1X gerakan sujud. It means…90° + 135° + 135° = 360°. Terus, apa istimewanya? Yah…kita samakan 360° itu seperti pergerakan bumi ini. Lalu bayangkan, apa yang akan terjadi kalau bumi berhenti berputar satu detik saja? Kiamat! Dan apa yang terjadi jika kita satu kali saja meninggalkan sholat? Kehancuran terhadap diri kita. Na’udzubillah ...
Lagi, dengan segala kekuranganku ini, yang dengan daya upayanya berusaha mengerjakan sholat, tapi sering terburu-buru dalam mengerjakannya. Padahal, dalam setiap bacaan doa di setiap sholat kita, ada jawaban dari Allah atas semua doa itu. Tidak mungkin terjawab oleh-Nya, jika kita melafalkannya terlalu cepat tanpa penghayatan. Dalam perjalanan itu, kita dikasih tau jawaban apa yang Allah berikan saat kita membaca Al-Fatihah.
Semua pelajaran yang aku dapat itu benar-benar berkesan. Satu yang paling berkesan adalah ... kalimat yang selalu kita ucapkan setiap duduk Tahiyat. Ya, kalimat Attahiyatul itu ... ternyata adalah kalimat percakapan antara Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT. Dan kalimat syahadat selanjutnya adalah seruan seluruh malaikat yang bersaksi tentang Allah dan Rasul-Nya. Subhanallah ...
Belum lagi, tujuan hidupku yang semakin jelas tergambar selama perjalanan itu. - Maaf ... untuk yang satu ini benar-benar nggak bisa terungkapkan. Karena terlalu besar aku rasakan.
Aku jadi semakin rindu pada Al-Qur’an – dengan syair dan kisahnya begitu indah… Tak ada satu ciptaan dari satu makhlukpun yang bisa menandingi keindahan itu. Aku semakin ingin mengenalinya, dan menyelam ke dalamnya. Insya Allah ...
Banyak hal dalam hidup ini –dimanapun itu, semua bersumber pada asma Allah, Asmaul Husna. Bersumber pada Surat Pembuka kita, Al-Fatihah. Subhanallah ...
Aku juga tau, siapa yang ada di daftar pertama 100 orang hebat paling berpengaruh di dunia ini. Yah…dialah Muhammad Al Musthafa, Nabi kita, Rasul kita. Allahu Akbar!
Begitu indah karunia ini aku rasakan ... terlengkapi dengan My 3 Days Journey itu. Terima kasih Allah ...
I know ... You loves me more than I know!
Sabtu, 14 Juni 2008
Langganan:
Postingan (Atom)