Rasul SAW bersabda: " Beramallah kamu sekalian, karena dengan amal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukan Allah padamu". (HR. Bukhari Muslim)
Segala sesuatunya; hidup, mati, jodoh, susah, senang, adalah mutlak hak Allah semata sebagai penentunya. Adapun kita sebagai manusia harus mengupayakan semaksimal mungkin memaknai setiap jengkal hidup kita agar menjadi berarti di sisa umur kita yang tak seberapa di dunia ini.
Menyambung hidup penting. Tapi memaknai hidup jauh lebih penting. Hidup yang bermakna adalah, ketika waktu hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika desah nafas, gerak langkah kita menyatu dalam pengabdian kepada Sang Khalik.
Sedekah, nampaknya mudah, tapi sangat sulit dilakukan oleh orang yang selalu berhitung dengan hartanya. Padahal segala apa yang kita miliki hanyalah titipan Allah semata, kepunyaan Allah. Yang kala kita matipun, tak akan kita bawa. Justru apa yang kita sedekahkan sejatinya adalah harta yang akan kita tuai di akhirat kelak.
Dengan sedekah, Insya Allah akan menjauhkan kita dari penyakit hati, dan penyakit fisik, serta mengajarkan kita untuk ikhlas dan tulus dalam menggapai ridho Illahi Rabbi. Selain menambah satu point arti kita bagi kehidupan orang lain, dan menambah derajat kemuliaan di hadapan Allah.
Yuk, kita sedekah .... !!!
Rabu, 10 Desember 2008
Kamis, 04 Desember 2008
Yakinlah pada ALLAH ! (Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya)
Duduk sambil menerawang ke tahun-tahun yang lalu … Alhamdulillah, aku telah menjalani hari-hari yang lalu dengan penuh keindahan. Meski cukup banyak ujian yang datang silih berganti, namun Alhamdulillah aku bisa melaluinya. Memikul tanggung jawab penuh terhadap kedua orang tua, suami dan anak-anakku. Bahkan kakakku yang beda 17 tahun denganku, paklik, bulik, kakek, nenek serta saudara sepupu pun turut bersandar di pundakku…. Pun rekan-rekan turut pula menambah deret panjang ‘orang-orang yang kerap bikin aku mumet’.
Masya Allah …
Tapi aku tidak bakal mungkin sanggup melampaui itu semua tanpa bantuan dari Sang khalik tempatku mengadu dan bersandar. Mungkin itu satu hal yang luput dari rekan dan keluargaku itu…
Dalam hadits Qudsiy dijelaskan bahwa Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Aku (berbuat) sesuai dengan prasangka hamba-Ku. (HR. Bukhari Muslim).
Firman Allah yang keluar dari lisan Nabi Muhammad SAW (hadits Qudsiy) di atas menunjukkan bahwa Allah SWT selalu bersikap/berbuat/bertindak sesuai dengan keyakinan (sangkaan) seseorang pada-Nya. Jika seseorang tidak yakin bahwa Allah SWT akan menolong dan membahagiakannya, maka kuat kemungkinan Allah SWT tidak akan menolong dan membahagiakan-Nya dan jika seseorang tidak yakin akan janji-janji Allah SWT, maka Allah SWT boleh jadi tidak merealisasikan janji-Nya pada hamba-Nya itu sendiri.
Itulah sebabnya iman yang sempurna itu tidak boleh diiringi dengan keraguan walau sekecil apapun. Iman yang benar adalah iman yang dapat membuat seseorang bersabar, tetap taat padanya serta Istiqamah dalam kebaikan yang diperintahkan-Nya. Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.
Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.
karenanya, yakinlah penuh seluruh pada Allah ….
Minta dan bergantunglah hanya kepada Allah ….
Karena hanya Dia tempat kita meminta dan bergantung ….
Masya Allah …
Tapi aku tidak bakal mungkin sanggup melampaui itu semua tanpa bantuan dari Sang khalik tempatku mengadu dan bersandar. Mungkin itu satu hal yang luput dari rekan dan keluargaku itu…
Dalam hadits Qudsiy dijelaskan bahwa Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Aku (berbuat) sesuai dengan prasangka hamba-Ku. (HR. Bukhari Muslim).
Firman Allah yang keluar dari lisan Nabi Muhammad SAW (hadits Qudsiy) di atas menunjukkan bahwa Allah SWT selalu bersikap/berbuat/bertindak sesuai dengan keyakinan (sangkaan) seseorang pada-Nya. Jika seseorang tidak yakin bahwa Allah SWT akan menolong dan membahagiakannya, maka kuat kemungkinan Allah SWT tidak akan menolong dan membahagiakan-Nya dan jika seseorang tidak yakin akan janji-janji Allah SWT, maka Allah SWT boleh jadi tidak merealisasikan janji-Nya pada hamba-Nya itu sendiri.
Itulah sebabnya iman yang sempurna itu tidak boleh diiringi dengan keraguan walau sekecil apapun. Iman yang benar adalah iman yang dapat membuat seseorang bersabar, tetap taat padanya serta Istiqamah dalam kebaikan yang diperintahkan-Nya. Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.
Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.
karenanya, yakinlah penuh seluruh pada Allah ….
Minta dan bergantunglah hanya kepada Allah ….
Karena hanya Dia tempat kita meminta dan bergantung ….
Sabtu, 14 Juni 2008
ESQ: Hadiah indah dari Allah untukku
Cerita berkah yang pengen aku bagi dengan serius ...
Berkah Allah sekali buatku, karena begitu kepikiran untuk bisa ikut ESQ, alhamdulillah bisa ikutan tanpa perlu merogoh kocek banyak. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di lubuk hati kita, … sungguh begitu keinginan itu datang, kebetulan suamiku kebagian jatah training ESQ untuk salah satu materi training yang mesti diikuti tahun ini. Enak banget, gak perlu keluar uang pikirku, sudah bisa ikut ESQ.
“Alhamdulillah, Abang jadi training ESQ selama 3 hari di minggu depan nanti,” begitu bunyi sms nya padaku sore itu.
“Wah, enak banget ya bisa wisata hati. Andai aku bisa ikut juga ya ....,” begitu rajuk ku ...
Alhamdulillah lagi, ternyata tanpa setahu suamiku training ESQ kali itu bukanlah hanya training untuk para karyawan saja, melainkan juga untuk para istri juga yang diharapkan dapat ikut serta berpartisipasi sebagai wujud dukungan istri terhadap kinerja para suami di perusahaan tersebut. Bahkan merupakan Angkatan ESQ pertama pula bagi para istri karyawan. Subhanallah ...
Apa istimewanya ESQ?
Pertanyaan yang mungkin banyak orang tanyakan – mereka yang mungkin belum merasakannya, dan semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakannya. Ya, hitung-hitung untuk berwisata hati. Mungkin sebenarnya nggak ada yang istimewa dari training penggalian diri (banyak istilah untuk menyebutnya) ini. Sama halnya kalau kita datang ke acara dzikir bersama ustadz Arifin Ilham, atau pengajiannya Uje dan AA’ Gym. Bedanya, di ESQ ini lebih universal karena pesertanya, yang nggak cuma dari kalangan muslim.
Selama beberapa hari training (aku ikut training itu selama 3 hari di bulan Mei 2008 lalu – 9, 10, dan 11 Mei 2008 - , subhanallah…), kita diajak untuk melakukan perjalanan menyelami diri, terlebih lagi mengenal siapa Tuhan kita dan dimana Dia selama ini.
Banyak berkah dan pelajaran aku dapat dari My 3 Days Journey itu. Semuanya – Insya Allah punya makna yang mendalam. Dan berkah yang baru aku sadari adalah ... - perjalanan itu terjadi beberapa hari menjelang ulang tahunku. Dan juga menjelang waktu yang teramat penting bagiku untuk mengambil keputusan tentang memilih berhenti bekerja atau tetap bekerja di perusahaan tempatku berkecimpung selama 6 tahun setengah ini.
Dalam training itu, kita disadarkan siapa kita 100 atau bahkan 1000 tahun yang lalu. Nobody! Kita juga dibenturkan pada pertanyaan, siapa diri kita 100 atau bahkan 1000 tahun ke depan. Nobody! Tujuannya? Tentu saja untuk menyadarkan kita, bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa kehendak-Nya. Kita dan kesombongan kita selama ini, tidak pernah ada sebelum ini. Kita bukan apa-apa. Dan siapa yang telah membuat kita mampu berpijak di bumi selama ini? Dimana Dia? Semua diuraikan di sini. Bahwa kita tak perlu mencari-Nya, Dia dekat bahkan lebh dekat dari urat nadi kita. Dia tak pernah jauh dari kita, tapi –astaghfirullah ... kita yang justru sering menjauh dari-Nya. Na’udzubillah ...
Dalam training itu, kita juga diajarkan – bagi yang mau belajar soal kepasrahan terhadap Tuhan kita lewat Zero Mind Process. Apa yang maksimal kita usahakan terhadap suatu hal, hasilnya berasal dari Allah. Sebesar apapun usaha kita, tapi kalau kita nggak pernah menyerahkan hasilnya pada yang menjadikan segalanya mungkin, semuanya nggak akan pernah kita dapat. Zero! Kita juga diperlihatkan bahwa dalam diri setiap orang, ada belenggu yang membuat hatinya hitam, yang membuat semua niat baik hanya tinggal niat baik, belenggu yang membuat hati terpenuhi oleh berjuta ambisi, dengki, emosi, bahkan rasa iri.
Betapa selama ini kita terlalu rindu pada kekasih kita yang fana, tapi kita tidak pernah merindukan kekasih sejati kita, Allah SWT dan Rasul-Nya. Kita melupakan Zat yang membuat kita bisa bernapas dalam Islam, kita melupakan apa yang membuat Islam itu semakin berkah.
Satu yang membuat aku semakin sadar atas kebesaran Allah, juga ditunjukkan dalam ‘perjalanan’ 3 hariku itu. Betapa Allah telah menuliskan semuanya, dan kita ... hanya tinggal melihat tanda-tanda kebesaran-Nya. Mungkin sedikit kelebihan dari training ini adalah semua tanda-tanda kebesaran itu coba ditayangkan secara detail dan menakjubkan melalui visual yang sangat indah yang membuat kita benar-benar disentuh untuk mengagumi semua ciptaan dan kebesaran Allah...
Kesempatan yang Allah berikan buat aku benar-benar besar. Kesempatan untuk melihat bukti, kalau alam semesta dan seluruh isinya ini, awalnya adalah sebuah kesatuan yang padu. Dan sebelum Teori Big Bang ditemukan, Rasulullah SAW telah mengabarkan pada umat-Nya tentang Teori yang sesungguhnya. Subhanallah ... siapa yang mampu menyangkal kalau Allah itu tidak ada? Siapa yang mampu mendustakan Dia? Siapa yang mampu menandingi kebesaran-Nya? Tak seorangpun, tak satu hambapun yang mampu.
‘Keajaiban’ lainnya yang aku dapat dari My 3 Days Journey itu, adalah pengetahuan. Maha Suci Allah ... Aku, makhluk bodoh yag minus ini nggak pernah sadar kalau setiap 1 rakaat gerakan sholatku, aku telah bergerak sama dengan perputaran bumi, satelit, galaksi dan seluruh isi alam; 360°! 90° untuk satu gerakan ruku’ku, 135° untuk 1X gerakan sujud. It means…90° + 135° + 135° = 360°. Terus, apa istimewanya? Yah…kita samakan 360° itu seperti pergerakan bumi ini. Lalu bayangkan, apa yang akan terjadi kalau bumi berhenti berputar satu detik saja? Kiamat! Dan apa yang terjadi jika kita satu kali saja meninggalkan sholat? Kehancuran terhadap diri kita. Na’udzubillah ...
Lagi, dengan segala kekuranganku ini, yang dengan daya upayanya berusaha mengerjakan sholat, tapi sering terburu-buru dalam mengerjakannya. Padahal, dalam setiap bacaan doa di setiap sholat kita, ada jawaban dari Allah atas semua doa itu. Tidak mungkin terjawab oleh-Nya, jika kita melafalkannya terlalu cepat tanpa penghayatan. Dalam perjalanan itu, kita dikasih tau jawaban apa yang Allah berikan saat kita membaca Al-Fatihah.
Semua pelajaran yang aku dapat itu benar-benar berkesan. Satu yang paling berkesan adalah ... kalimat yang selalu kita ucapkan setiap duduk Tahiyat. Ya, kalimat Attahiyatul itu ... ternyata adalah kalimat percakapan antara Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT. Dan kalimat syahadat selanjutnya adalah seruan seluruh malaikat yang bersaksi tentang Allah dan Rasul-Nya. Subhanallah ...
Belum lagi, tujuan hidupku yang semakin jelas tergambar selama perjalanan itu. - Maaf ... untuk yang satu ini benar-benar nggak bisa terungkapkan. Karena terlalu besar aku rasakan.
Aku jadi semakin rindu pada Al-Qur’an – dengan syair dan kisahnya begitu indah… Tak ada satu ciptaan dari satu makhlukpun yang bisa menandingi keindahan itu. Aku semakin ingin mengenalinya, dan menyelam ke dalamnya. Insya Allah ...
Banyak hal dalam hidup ini –dimanapun itu, semua bersumber pada asma Allah, Asmaul Husna. Bersumber pada Surat Pembuka kita, Al-Fatihah. Subhanallah ...
Aku juga tau, siapa yang ada di daftar pertama 100 orang hebat paling berpengaruh di dunia ini. Yah…dialah Muhammad Al Musthafa, Nabi kita, Rasul kita. Allahu Akbar!
Begitu indah karunia ini aku rasakan ... terlengkapi dengan My 3 Days Journey itu. Terima kasih Allah ...
I know ... You loves me more than I know!
Berkah Allah sekali buatku, karena begitu kepikiran untuk bisa ikut ESQ, alhamdulillah bisa ikutan tanpa perlu merogoh kocek banyak. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di lubuk hati kita, … sungguh begitu keinginan itu datang, kebetulan suamiku kebagian jatah training ESQ untuk salah satu materi training yang mesti diikuti tahun ini. Enak banget, gak perlu keluar uang pikirku, sudah bisa ikut ESQ.
“Alhamdulillah, Abang jadi training ESQ selama 3 hari di minggu depan nanti,” begitu bunyi sms nya padaku sore itu.
“Wah, enak banget ya bisa wisata hati. Andai aku bisa ikut juga ya ....,” begitu rajuk ku ...
Alhamdulillah lagi, ternyata tanpa setahu suamiku training ESQ kali itu bukanlah hanya training untuk para karyawan saja, melainkan juga untuk para istri juga yang diharapkan dapat ikut serta berpartisipasi sebagai wujud dukungan istri terhadap kinerja para suami di perusahaan tersebut. Bahkan merupakan Angkatan ESQ pertama pula bagi para istri karyawan. Subhanallah ...
Apa istimewanya ESQ?
Pertanyaan yang mungkin banyak orang tanyakan – mereka yang mungkin belum merasakannya, dan semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakannya. Ya, hitung-hitung untuk berwisata hati. Mungkin sebenarnya nggak ada yang istimewa dari training penggalian diri (banyak istilah untuk menyebutnya) ini. Sama halnya kalau kita datang ke acara dzikir bersama ustadz Arifin Ilham, atau pengajiannya Uje dan AA’ Gym. Bedanya, di ESQ ini lebih universal karena pesertanya, yang nggak cuma dari kalangan muslim.
Selama beberapa hari training (aku ikut training itu selama 3 hari di bulan Mei 2008 lalu – 9, 10, dan 11 Mei 2008 - , subhanallah…), kita diajak untuk melakukan perjalanan menyelami diri, terlebih lagi mengenal siapa Tuhan kita dan dimana Dia selama ini.
Banyak berkah dan pelajaran aku dapat dari My 3 Days Journey itu. Semuanya – Insya Allah punya makna yang mendalam. Dan berkah yang baru aku sadari adalah ... - perjalanan itu terjadi beberapa hari menjelang ulang tahunku. Dan juga menjelang waktu yang teramat penting bagiku untuk mengambil keputusan tentang memilih berhenti bekerja atau tetap bekerja di perusahaan tempatku berkecimpung selama 6 tahun setengah ini.
Dalam training itu, kita disadarkan siapa kita 100 atau bahkan 1000 tahun yang lalu. Nobody! Kita juga dibenturkan pada pertanyaan, siapa diri kita 100 atau bahkan 1000 tahun ke depan. Nobody! Tujuannya? Tentu saja untuk menyadarkan kita, bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa kehendak-Nya. Kita dan kesombongan kita selama ini, tidak pernah ada sebelum ini. Kita bukan apa-apa. Dan siapa yang telah membuat kita mampu berpijak di bumi selama ini? Dimana Dia? Semua diuraikan di sini. Bahwa kita tak perlu mencari-Nya, Dia dekat bahkan lebh dekat dari urat nadi kita. Dia tak pernah jauh dari kita, tapi –astaghfirullah ... kita yang justru sering menjauh dari-Nya. Na’udzubillah ...
Dalam training itu, kita juga diajarkan – bagi yang mau belajar soal kepasrahan terhadap Tuhan kita lewat Zero Mind Process. Apa yang maksimal kita usahakan terhadap suatu hal, hasilnya berasal dari Allah. Sebesar apapun usaha kita, tapi kalau kita nggak pernah menyerahkan hasilnya pada yang menjadikan segalanya mungkin, semuanya nggak akan pernah kita dapat. Zero! Kita juga diperlihatkan bahwa dalam diri setiap orang, ada belenggu yang membuat hatinya hitam, yang membuat semua niat baik hanya tinggal niat baik, belenggu yang membuat hati terpenuhi oleh berjuta ambisi, dengki, emosi, bahkan rasa iri.
Betapa selama ini kita terlalu rindu pada kekasih kita yang fana, tapi kita tidak pernah merindukan kekasih sejati kita, Allah SWT dan Rasul-Nya. Kita melupakan Zat yang membuat kita bisa bernapas dalam Islam, kita melupakan apa yang membuat Islam itu semakin berkah.
Satu yang membuat aku semakin sadar atas kebesaran Allah, juga ditunjukkan dalam ‘perjalanan’ 3 hariku itu. Betapa Allah telah menuliskan semuanya, dan kita ... hanya tinggal melihat tanda-tanda kebesaran-Nya. Mungkin sedikit kelebihan dari training ini adalah semua tanda-tanda kebesaran itu coba ditayangkan secara detail dan menakjubkan melalui visual yang sangat indah yang membuat kita benar-benar disentuh untuk mengagumi semua ciptaan dan kebesaran Allah...
Kesempatan yang Allah berikan buat aku benar-benar besar. Kesempatan untuk melihat bukti, kalau alam semesta dan seluruh isinya ini, awalnya adalah sebuah kesatuan yang padu. Dan sebelum Teori Big Bang ditemukan, Rasulullah SAW telah mengabarkan pada umat-Nya tentang Teori yang sesungguhnya. Subhanallah ... siapa yang mampu menyangkal kalau Allah itu tidak ada? Siapa yang mampu mendustakan Dia? Siapa yang mampu menandingi kebesaran-Nya? Tak seorangpun, tak satu hambapun yang mampu.
‘Keajaiban’ lainnya yang aku dapat dari My 3 Days Journey itu, adalah pengetahuan. Maha Suci Allah ... Aku, makhluk bodoh yag minus ini nggak pernah sadar kalau setiap 1 rakaat gerakan sholatku, aku telah bergerak sama dengan perputaran bumi, satelit, galaksi dan seluruh isi alam; 360°! 90° untuk satu gerakan ruku’ku, 135° untuk 1X gerakan sujud. It means…90° + 135° + 135° = 360°. Terus, apa istimewanya? Yah…kita samakan 360° itu seperti pergerakan bumi ini. Lalu bayangkan, apa yang akan terjadi kalau bumi berhenti berputar satu detik saja? Kiamat! Dan apa yang terjadi jika kita satu kali saja meninggalkan sholat? Kehancuran terhadap diri kita. Na’udzubillah ...
Lagi, dengan segala kekuranganku ini, yang dengan daya upayanya berusaha mengerjakan sholat, tapi sering terburu-buru dalam mengerjakannya. Padahal, dalam setiap bacaan doa di setiap sholat kita, ada jawaban dari Allah atas semua doa itu. Tidak mungkin terjawab oleh-Nya, jika kita melafalkannya terlalu cepat tanpa penghayatan. Dalam perjalanan itu, kita dikasih tau jawaban apa yang Allah berikan saat kita membaca Al-Fatihah.
Semua pelajaran yang aku dapat itu benar-benar berkesan. Satu yang paling berkesan adalah ... kalimat yang selalu kita ucapkan setiap duduk Tahiyat. Ya, kalimat Attahiyatul itu ... ternyata adalah kalimat percakapan antara Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT. Dan kalimat syahadat selanjutnya adalah seruan seluruh malaikat yang bersaksi tentang Allah dan Rasul-Nya. Subhanallah ...
Belum lagi, tujuan hidupku yang semakin jelas tergambar selama perjalanan itu. - Maaf ... untuk yang satu ini benar-benar nggak bisa terungkapkan. Karena terlalu besar aku rasakan.
Aku jadi semakin rindu pada Al-Qur’an – dengan syair dan kisahnya begitu indah… Tak ada satu ciptaan dari satu makhlukpun yang bisa menandingi keindahan itu. Aku semakin ingin mengenalinya, dan menyelam ke dalamnya. Insya Allah ...
Banyak hal dalam hidup ini –dimanapun itu, semua bersumber pada asma Allah, Asmaul Husna. Bersumber pada Surat Pembuka kita, Al-Fatihah. Subhanallah ...
Aku juga tau, siapa yang ada di daftar pertama 100 orang hebat paling berpengaruh di dunia ini. Yah…dialah Muhammad Al Musthafa, Nabi kita, Rasul kita. Allahu Akbar!
Begitu indah karunia ini aku rasakan ... terlengkapi dengan My 3 Days Journey itu. Terima kasih Allah ...
I know ... You loves me more than I know!
Senin, 28 April 2008
KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM
Dari milis sebelah ...
Persoalan gender memang merupakan salah satu persoalan yang diangkat oleh para musuh islam dan murid-muridnya untuk menyerang ajaran Islam. Disebutkan bahwa islam sangat merendahkan harkat wanita. Namun, kalau kita mau menelaah secara cermat dan adil kedudukan wanita dalam Islam justru sangat mulia.
Yang seharusnya menjadi landasan kita dalam membicarakan kedudukan wanita adalah:
(1) Sikap tsiqoh dan husnuzzon kepada Allah SWT yang Maha Adil-Nya.
(2) Tidak melihat kedudukan melihat kedudukan wanita dari opini yang dibuat orang; tetapi
(3) berusaha memahami wanita sebagai seorang wanita, bukan sebagai laki-laki.
Dewasa ini banyak sekali orang yang ketika membaca ayat Al-Quran, sejak awal sudah apriori dan kurang percaya pada isinya. Sehingga apapun yang dibaca, pemahahaman yang didapat umumnya kurang objektif. Karena itu, banyak sekali tasykik yang dilancarkan oleh mereka yang membenci al-quran dimana mereka sangat hafal potongan-potongan ayat yang mudah dijadikan sumber masalah. Entah masalah ketidak-adilan terhadap wanita, tentang poligami, tentang jihad, tentang hukum Islam yang kejam, tentang diakuinya perbudakan dan seterusnya.
Kedua, opini yang sedang gencar disosialisasikan adalah bahwa Islam itu kuno, ortodox, konvensional, ketinggalan zaman, tidak adil, menindas wanita, bermasalah dengan jender dan seterusnya. Secara tidak sadar, kampanye sekuler seperti ini telah masuk ke alam bawah sadar umat Islam. Karena itu dengan mudah terbawa oleh opini yang diciptakan.
Ketiga, wanita itu adalah makhluk yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. Dia adalah salah satu wujud ke-Maha Sempurnaan Allah dalam ciptaan-Nya. Jadi pahamilah wanita sesuai dengan keistimewaan yang dimilikinya. Ini yang selama ini belum tergali oleh ilmu-ilmu humanisme Barat.
Oleh Barat, wanita tidak pernah dikenali sebagai wanita. Sebaliknya wanita dipaksa untuk menjadi makhluk selain dirinya, yaitu dipaksa secara sistem untuk menjadi laki-laki, suka atau tidak suka. Karena pemaksaan yang salah kaprah ini, maka selamanya ‘perjuangan persamaan derajat’ atau apapun namanya tidak akan ada finishnya.
Ibarat memaksa burung untuk hidup di dalam air. Padahal burung adalah salah satu makhluk Allah yang telah diciptakan khusus hidup di udara beterbangan kesana kesini menghidup udara segar. Memaksa burung agar memiliki sirip dan insang biar bisa hidup di bawah permukaan air adalah kekonyolan yang tak ada habisnya.
Memaksa wanita agar seperti laki-laki lebih konyol lagi. Perhatikan wujud fisik seorang wanita. Begitu banyak perbedaan organ tubuhnya, faalnya, alat reproduksinya, ukurannya dan seterusnya.
Perbedaan ini akan semakin kentara bila kita mendalami yang lebih jauh dari itu yaitu kejiwaan dan kepribadiannya. Sungguh aneh manusia yang mengaku modern ini yang tidak bisa melihat perbedaan yang sangat jauh antar wanita dan laki-laki dari segi kejiwaannya.
Maka wajar bila dalam memberi perintah syariah, Allah tidak menyamakan wanita 100% dengan laki-laki. Karena keduanya memang berbeda. Dan perbedaan itu bukan merendahkannya tetapi sebaliknya, wanita dalam pandangan Islam adalah makhluk Allah yang eksis sebagai wanita dengan segala keistimewaan yang dimiliki yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Begitu banyak kelebihan yang dimiliki wanita yang tidak dimiliki oleh laki-laki meski laki-laki berusaha mati-matian untuk memiliki kelebihan yang dimiliki wanita. Toh, dia tidak akan pernah memilikinya.
Karena itulah Islam sangat menghargai wanita sebagai wanita sebagaimana Islam menghargai laki-laki sebagai laki-laki. Sedangkan bila orang berkata bahwa Islam merendahkan wanita, kita balik bertanya,”siapa yang merendahkan? “.
Bukankah barat sendiri yang telah memaksakan kehendak dan ingin merubah wanita menjadi laki-laki dalam pekerjaan, tugas, fungsi, prilaku dan seterunya. Justru barat sendiri yang menjadikan wanita sebagai komoditi yang harganya tidak lebih dari materi. Bukan sosok jiwa yang sempurna.
Wallahu a‘lam bis-shawab.
Persoalan gender memang merupakan salah satu persoalan yang diangkat oleh para musuh islam dan murid-muridnya untuk menyerang ajaran Islam. Disebutkan bahwa islam sangat merendahkan harkat wanita. Namun, kalau kita mau menelaah secara cermat dan adil kedudukan wanita dalam Islam justru sangat mulia.
Yang seharusnya menjadi landasan kita dalam membicarakan kedudukan wanita adalah:
(1) Sikap tsiqoh dan husnuzzon kepada Allah SWT yang Maha Adil-Nya.
(2) Tidak melihat kedudukan melihat kedudukan wanita dari opini yang dibuat orang; tetapi
(3) berusaha memahami wanita sebagai seorang wanita, bukan sebagai laki-laki.
Dewasa ini banyak sekali orang yang ketika membaca ayat Al-Quran, sejak awal sudah apriori dan kurang percaya pada isinya. Sehingga apapun yang dibaca, pemahahaman yang didapat umumnya kurang objektif. Karena itu, banyak sekali tasykik yang dilancarkan oleh mereka yang membenci al-quran dimana mereka sangat hafal potongan-potongan ayat yang mudah dijadikan sumber masalah. Entah masalah ketidak-adilan terhadap wanita, tentang poligami, tentang jihad, tentang hukum Islam yang kejam, tentang diakuinya perbudakan dan seterusnya.
Kedua, opini yang sedang gencar disosialisasikan adalah bahwa Islam itu kuno, ortodox, konvensional, ketinggalan zaman, tidak adil, menindas wanita, bermasalah dengan jender dan seterusnya. Secara tidak sadar, kampanye sekuler seperti ini telah masuk ke alam bawah sadar umat Islam. Karena itu dengan mudah terbawa oleh opini yang diciptakan.
Ketiga, wanita itu adalah makhluk yang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki. Dia adalah salah satu wujud ke-Maha Sempurnaan Allah dalam ciptaan-Nya. Jadi pahamilah wanita sesuai dengan keistimewaan yang dimilikinya. Ini yang selama ini belum tergali oleh ilmu-ilmu humanisme Barat.
Oleh Barat, wanita tidak pernah dikenali sebagai wanita. Sebaliknya wanita dipaksa untuk menjadi makhluk selain dirinya, yaitu dipaksa secara sistem untuk menjadi laki-laki, suka atau tidak suka. Karena pemaksaan yang salah kaprah ini, maka selamanya ‘perjuangan persamaan derajat’ atau apapun namanya tidak akan ada finishnya.
Ibarat memaksa burung untuk hidup di dalam air. Padahal burung adalah salah satu makhluk Allah yang telah diciptakan khusus hidup di udara beterbangan kesana kesini menghidup udara segar. Memaksa burung agar memiliki sirip dan insang biar bisa hidup di bawah permukaan air adalah kekonyolan yang tak ada habisnya.
Memaksa wanita agar seperti laki-laki lebih konyol lagi. Perhatikan wujud fisik seorang wanita. Begitu banyak perbedaan organ tubuhnya, faalnya, alat reproduksinya, ukurannya dan seterusnya.
Perbedaan ini akan semakin kentara bila kita mendalami yang lebih jauh dari itu yaitu kejiwaan dan kepribadiannya. Sungguh aneh manusia yang mengaku modern ini yang tidak bisa melihat perbedaan yang sangat jauh antar wanita dan laki-laki dari segi kejiwaannya.
Maka wajar bila dalam memberi perintah syariah, Allah tidak menyamakan wanita 100% dengan laki-laki. Karena keduanya memang berbeda. Dan perbedaan itu bukan merendahkannya tetapi sebaliknya, wanita dalam pandangan Islam adalah makhluk Allah yang eksis sebagai wanita dengan segala keistimewaan yang dimiliki yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Begitu banyak kelebihan yang dimiliki wanita yang tidak dimiliki oleh laki-laki meski laki-laki berusaha mati-matian untuk memiliki kelebihan yang dimiliki wanita. Toh, dia tidak akan pernah memilikinya.
Karena itulah Islam sangat menghargai wanita sebagai wanita sebagaimana Islam menghargai laki-laki sebagai laki-laki. Sedangkan bila orang berkata bahwa Islam merendahkan wanita, kita balik bertanya,”siapa yang merendahkan? “.
Bukankah barat sendiri yang telah memaksakan kehendak dan ingin merubah wanita menjadi laki-laki dalam pekerjaan, tugas, fungsi, prilaku dan seterunya. Justru barat sendiri yang menjadikan wanita sebagai komoditi yang harganya tidak lebih dari materi. Bukan sosok jiwa yang sempurna.
Wallahu a‘lam bis-shawab.
UNTUK PARA ISTRI
Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf
Justeru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamu lah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan setia,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar,
yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi solehah ...
Amin.
Membuka tabir rahasia,
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf
Justeru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, Kamu lah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya ...
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan setia,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar,
yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi solehah ...
Amin.
4 Lelaki yang Ditarik Wanita ke Neraka
Seseorang wanita itu apabila di yaumul akhirat akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka. Tazkirah ini bukan untuk memperkecilkan wanita tetapi sebaliknya iaitu supaya kaum lelaki memainkan peranannya dengan hak & saksama serta berwaspada akan tanggung-jawab yang dipikul!
1. Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat… tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. bergaul bebas di pejabat,memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yg bukan muhrim apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti sholat tidak bertangguh, puasa tidak pernah ditinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.
3. Kakak Laki-Laki
Apabila ayahnya sudah tiada,tanggung jawab menjaga adik wanita jatuh ke bahu kakak laki-lakinya… jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM …tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram dari Islam,bila ibu membuat kemungkaran pengumpat,mengata & sebagainya maka anak itu akan disoal dan dipertangung jawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.
Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat ,maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/kakak laki-laki atau anak harus memainkan peranan mereka.
Firman ALLAH SWT:
“HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA,JIN DAN BATU-BATU…”
Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. ALLAH SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (barang siapa yg mengucap kalimah tauhid) dengan itu janganlah kita membuang atau tidak mengendah janji dan peluang yg ALLAH SWT berikan pada kita.
1. Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat… tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. bergaul bebas di pejabat,memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yg bukan muhrim apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti sholat tidak bertangguh, puasa tidak pernah ditinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.
3. Kakak Laki-Laki
Apabila ayahnya sudah tiada,tanggung jawab menjaga adik wanita jatuh ke bahu kakak laki-lakinya… jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM …tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram dari Islam,bila ibu membuat kemungkaran pengumpat,mengata & sebagainya maka anak itu akan disoal dan dipertangung jawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.
Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat ,maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/kakak laki-laki atau anak harus memainkan peranan mereka.
Firman ALLAH SWT:
“HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA,JIN DAN BATU-BATU…”
Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. ALLAH SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (barang siapa yg mengucap kalimah tauhid) dengan itu janganlah kita membuang atau tidak mengendah janji dan peluang yg ALLAH SWT berikan pada kita.
SEMBILANBELAS KEISTIMEWAAN WANITA MENURUT HADIST
1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda , ” Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang salehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.
3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut akan Allah .Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah saw di dalam syurga);
5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.
6. Surga itu di bawah telapak kaki ibu;
7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah surga.
8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
9. Daripada Aisyah r.a.” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana saja pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga salat dan puasanya
12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ” Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
SUBHANALLAH, semua itu karena Allah yang Maha Pemurah yang tiada pernah berhenti memberi rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.
2. Wanita yang salehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.
3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut akan Allah .Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah saw di dalam syurga);
5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.
6. Surga itu di bawah telapak kaki ibu;
7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah surga.
8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
9. Daripada Aisyah r.a.” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana saja pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga salat dan puasanya
12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ” Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
SUBHANALLAH, semua itu karena Allah yang Maha Pemurah yang tiada pernah berhenti memberi rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)