Kamis, 04 Desember 2008

Yakinlah pada ALLAH ! (Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya)

Duduk sambil menerawang ke tahun-tahun yang lalu … Alhamdulillah, aku telah menjalani hari-hari yang lalu dengan penuh keindahan. Meski cukup banyak ujian yang datang silih berganti, namun Alhamdulillah aku bisa melaluinya. Memikul tanggung jawab penuh terhadap kedua orang tua, suami dan anak-anakku. Bahkan kakakku yang beda 17 tahun denganku, paklik, bulik, kakek, nenek serta saudara sepupu pun turut bersandar di pundakku…. Pun rekan-rekan turut pula menambah deret panjang ‘orang-orang yang kerap bikin aku mumet’.
Masya Allah …


Tapi aku tidak bakal mungkin sanggup melampaui itu semua tanpa bantuan dari Sang khalik tempatku mengadu dan bersandar. Mungkin itu satu hal yang luput dari rekan dan keluargaku itu…

Dalam hadits Qudsiy dijelaskan bahwa Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Aku (berbuat) sesuai dengan prasangka hamba-Ku. (HR. Bukhari Muslim).
Firman Allah yang keluar dari lisan Nabi Muhammad SAW (hadits Qudsiy) di atas menunjukkan bahwa Allah SWT selalu bersikap/berbuat/bertindak sesuai dengan keyakinan (sangkaan) seseorang pada-Nya. Jika seseorang tidak yakin bahwa Allah SWT akan menolong dan membahagiakannya, maka kuat kemungkinan Allah SWT tidak akan menolong dan membahagiakan-Nya dan jika seseorang tidak yakin akan janji-janji Allah SWT, maka Allah SWT boleh jadi tidak merealisasikan janji-Nya pada hamba-Nya itu sendiri.
Itulah sebabnya iman yang sempurna itu tidak boleh diiringi dengan keraguan walau sekecil apapun. Iman yang benar adalah iman yang dapat membuat seseorang bersabar, tetap taat padanya serta Istiqamah dalam kebaikan yang diperintahkan-Nya. Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Seorang hamba yang yakin akan pertolongan Allah, maka dengan sangat meyakinkan Allah pasti akan menolongnya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang kita minta.

Dari sini kita layak merenung, mengapa kita banyak kecewa dan tidak puas dalam hidup? Boleh jadi kita lebih yakin akan kemampuan diri serta pertolongan makhluk, daripada pertolongan Allah. Sungguh manusia itu sangat lemah. Ia sama sekali tidak kuasa mengatur dirinya sendiri, tidak tahu apa akan terjadi esok, serta berjuta kelemahan lainnya. Sungguh naif jika kita terlalu mengandalkan diri yang serba terbatas dengan melupakan Allah Yang Maha Segala-galanya. Maka, keyakinan yang bulat kepada-Nya menjadi jaminan kebahagiaan hidup kita.


karenanya, yakinlah penuh seluruh pada Allah ….
Minta dan bergantunglah hanya kepada Allah ….
Karena hanya Dia tempat kita meminta dan bergantung ….

Tidak ada komentar: