Sejarah hidup seseorang takkan berulang
Karena hakikinya hidup yang dijalani
Hanyalah titipan dan milik Allah semata
Tiada satupun yang tak terencana oleh-Nya
Suka, bahagia, canda, tawa,
Musibah dan kematian telah dituliskan-Nya
Hitam putih kehidupan
Adalah buah karya pribadi manusia itu sendiri
Jadilah manusia yang patut dihormati dan dihargai orang lain
Karena memang engkau patut dihormati karena perbuatan-perbuatan baikmu
Dan bukan karena harta, pangkat dan jabatan semata
Karena itulah setulus-tulusnya penghormatan yang tanpa pamrih
Jadi, kita sendiri sebetulnya bisa menentukan dan berperan, ingin dikenang sebagai apakah setelah kita meninggal dunia nanti. Sebagai orang berbudi luhur yang di kenang banyak orangkah, atau sebagai orang yang bersepak terjang kurang baik: alias si arogan ataupun si jahanam pengganggu rumah tangga orang.
Tapi tidak semua orang punya kesadaran untuk menjadi baik. Sebab baik menurut seseorang, belum tentu begitu juga untuk yang lainnya. Nah, seharusnya yang menjadi takaran baik-buruknya itu haruslah berdasarkan hukum dan ilmu Allah, bukannya hukum dan ilmu manusia.
Kalau di ingat perjalanan setahun ke belakang ini, aku sungguh dibuat sibuk dengan urusan keluarga. Bukannya urusan antar suami-istri-anak, tapi kesibukan mengurus keluarga besar masing-masing. Boleh di bilang ini tahun terberat dan ujian terberat bagi kami sekeluarga, keluargaku, dan keluarga suamiku. Tapi Alhmandulillah, semuanya terlalui dengan baik dan indah, meski penuh haru biru di dalamnya.
Bagaimana tidak, di tahun 2007 dan awal 2008 ini, kami banyak kehilangan orang-orang terkasih kami. Mulai dari meninggalnya nenekku di akhir Maret 2007 (ibunda dari ibuku) yang hanya berjarak 2 minggu dengan meninggalnya Bapakku di bulan April 2007. di bulan November 2007 Ibu mertua ku meninggal, 10 Januari 2008, kakak laki-lakiku meninggal, dan 2 Februari 2008 sepupu suamiku meninggal.
Allah seperti mengingatkanku untuk mulai bisa belajar berbenah diri lagi
Dan lebih dekat lagi pada-Nya.
Allah seperti mengingatkanku tentang mati,
Yang merupakan hak veto kekuasaannya atas semua makhluk milikNya.
Sudahkah kita mengingat tentang mati?
Bekal apa yang akan kau bawa saat kau mati?
Sebab mati adalah pasti.
Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur
Sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,
dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi
Saat itu, tak ada teman kecuali amal
Ingatlah mati
Dan bertaubat dan beramal-lah sebelum ajal menjemput
"Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." --- Dikutip dari Quran Surat Az-Zumar ayat 39
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar