Yup, yup, yup ....
Ternyata butuh energy extra besar buatku untuk sekadar bisa menulis saja ....
Lewat tulisan, aku ingin berbagi pengalaman dan mencurahkan segenap ganjalan hati serta uneg-uneg yang ada ....
Sembari belajar untuk bisa lebih arif dan bijaksana lagi dalam menjalani hidup ini ....
Memerangi Kemungkaran
Andai kau saksikan kemungkaran, ubahlah dengan tanganmu,
Bila terasa berat bagimu, ubahlah dengan lisanmu.
Jika melakukannnya kau tak mampu, tolaklah itu dengan kalbu. Namun demikian itu adalah selemah-lemah imanmu.
Hadits tentang kemungkaran ini termasuk yang popular di kalangan umat islam. Namun kepopulerannya saat ini seakan tidak mampu membendung kemungkaran yang tengah terjadi di mana-mana. Kemungkaran adalah sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan syariat Allah atau bertentangan dengan hati nurani manusia secara umum. Jaman sekarang ini memang mudah sekali kita dapat menemukan kemungkaran. Kadang kita sendiri gemas melihat kemungkaran tsb dengan semena-mena terjadi.
Derajat terendah dari mencegah kemungkaran adalah dengan hati. Hatinya tidak cocok dengan kemungkaran yang terjadi. Hatinya meronta, tapi ia tidak kuasa untuk berkata dan berbuat. Merekalah yang disebut oleh Nabi SAW dengan orang yang beriman lemah. Bagi mereka yang hatinya tidak cocok sebetulnya masih ada yang bisa diperbuat. Yaitu ia meninggalkan tempat / teman itu dan tidak berhubungan dengan kemungkaran tsb, minimal melihatnya. Lebih baik kehilangan teman daripada kehilangan iman. Sebab, diam pun adalah selemah-lemah iman. Jika menyetujui bahkan melakukannya, mereka itulah yang kehilangan iman.
Selasa, 26 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar